WHAT'S NEW?
Loading...

[ Pijar Pagi ] Pikiran Pelajar SMAN 4 Tasik Sebuah ekskul jurnalis


Tanpa dukungan dokumentasi, pelbagai peristiwa akan cepat terlupakan. Tanpa ada sejarah, warga dapat jatuh ke ‘lubang’ yang sama. Jurnalisme siswa merupakan metode mendokumentasikan peristiwa lokal sehingga menjadi penjaga ingatan agar warga bersikap kritis terhadap pelbagai peristiwa yang terjadi di lingkungannya. Meminjam istilah filsuf Milan Kundera, jurnalisme warga adalah politik memelihara ingatan dan melawan  lupa
Siswa sebagai konsumen media cenderung memiliki informasi global dibanding informasi lokal. Mereka mampu menyebutkan gosip artis di televisi dibanding kegiatan OSIS. Sejumlah simulasi
yang dilakukan menunjukkan sebagian besar warga mulai acuh dengan lingkungannya. 
Jurnalisme Sekolah mengajak warga sekolah menengok kembali pengetahuan-pengetahuan yang dekat dengan lingkungan mereka. Melalui Mading Pijar Pagi, banyak khasanah lokal muncul ke ruang publik, mulai dari Acara kelas, kesenian, budaya, dan gagasan-gagasan baru. Pewarta siswa juga mendorong keragaman isi dalam informasi siswa.

0 comments:

Post a Comment