WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label tasikmalaya. Show all posts
Showing posts with label tasikmalaya. Show all posts

Bosen naik bus untuk pulang ke kampung halaman, males macet di jalan, udah cukup buat jadi alesan kenapa gw memilih kereta.
Naik bus ke Tasik biasanya berangkat dari terminal Bekasi, berhubung sekarang ngekost di Jakarta jadi rada ribet kalo mesti balik ke Bekasi lagi (padahal ada kp rambutan :P) makanya malem sebelum pulang ngedadak gugling jadwal kereta menuju stasiun Tasikmalaya, ternyata ada satu kereta yg lewat stasiun tasikmalaya kelas ekonomi, murah meriah cuma 45.000 (kalo naek bus budiman Bekasi-tasik eksekutif 58.00) mantaplah niat pulang kampung kali ini naik kereta SERAYU tujuan Kroya yg lewat tasik.

Sempet was was karena denger2 kalo beli tiket KA sekarang itu harus jauh hari biar dapet tiket, tapi karena mendadak jadi gw ga bisa mesen onlen tiketnya, nekad aja dateng langsung ke Stasiun kota buat beli tiket, untung nya googling dulu malemnya jadi tau jadwal kereta Serayu itu berangkat dari setasiun Jakarta Kota itu sehari dua kali yaitu jam 08.25 pagi dan 20.00 malem.

Formulir pendaftaran tiket penumpang KA


Ternyata dateng langsung aja bisa juga loh langsung dapet tiket kereta api tujuan stasiun Tasikmalaya

Tiket Cetak Kereta Api tujuan Tasikmalaya :)

Kereta Api Serayu si kereta kuning


Interior dalem kereta

Walaupun ini kereta ekonomi tapi menurut gw udah cukup nyaman kok, yaah walaupun AC split tapi lumayan lah kemaren itu yg naek dikit jadi masih berasa adem juga.

Masalah tempat duduk, di kereta ini formasinya 3-2 jadi di sebelah kanan itu 3 kursi dan di sebelah kiri 2 kursi, menurut pengalaman kemaren berangkat dari Jakarta itu paling enak liat pemandangan di sebelah kanan (arah kereta maju) jadi walaupun duduk bertiga, tetapi pemandangan di kursi A itu cantik pisan!

waktu kereta berbelok itu keren yaa

Pemandangan yg memanjakan mata

itu jalan tol cipularang yg keliatan dari dalem kereta

Amboii pemandangan kereta lebih keren

Kiri kanan banyak gunung cantik

Dan setelah perjalanan panjang lebih dari 6 jam (Jakarta 08.25 - Tasik 14.40) sampai juga lah gw di kota tercinta, Tasikmalaya! waktu tempuhnya ga beda jauh dari naek bus (5jam kalo lancar ^^)

Bye KA Serayu!

Stasiun Tasikmalaya itu paling besar di Priangan Timur euy!

Perjalanan naik kereta emang asik juga kita bisa menikmati bumi Parahyangan yg indah, kalo naek bus paling adem liat pemandangan di sepanjang tol, tapi kalo naek kereta pemandangan hijau adem di sepanjang perjalanan cuy!!!

Ayo kita pulang kampung naek kereta lagi!! kemon





Dari umur 5 tahun saya hidup di tasikmalaya, setelah pindah dari ibukota. masa kanak-kanak terbalut oleh budaya sunda, bahasa, kesenian, dan adat istiadat sunda telah menjadi bagian dari hidup saya.

Hidup di Tasikmalaya tidak lah seperti hidup di kota besar, setelah lulus SMA tahun 2008 saya pindah ke Bekasi, Kota penyokong Jakarta, sang Megapolutan. Tasikmalaya memiliki udara yang segar, dikelilingi oleh gunung membuat udara disana cukup dingin.

Selain alamnya yang asri, kehidupan disini pun sederhana, pekerjaan  favorit masyarakat adalah sebagai pedagang, pegawai negeri, pegawai bank, bekerja di Mall (spg), dan yang paling banyak di lingkungan saya adalah kepala keluarga yang bekerja sebagai pekerja serabutan, istilah kerennya freelance apapun J

4 tahun selepas lulus SMA banyak teman seangkatan yang memilih untuk berkeluarga, ini merupakan pandangan tersendiri buatku, hidup disini sangat sederhana, tak muluk memiliki pengahasilan besar untuk memiliki keluarga, iri rasanya melihat tetangga yang seumuran telah memiliki keluarga, bahkan anak. Padahal pekerjaan suaminya hanyalah pegawai biasa dengan gaji UMR bahkan ada pula teman yang memiliki suami dengan pekerjaan serabutan.

Menurut analisa pribadi, calon mertua akan rela melepaskan anak gadisnya untuk dinikahi dengan syarat: harus bertanggung jawab, dewasa dan berseragam, ya pekerjaan yang mengenakan seragam sehari-hari tampak megah sepertinya disini. Banyak terlihat oleh saya keluarga yang sederhana nan bahagia, seorang bapak yang bekerja sebagai supir angkutan umum memiliki istri yang mengasuh anak dengan baik sebagai ibu rumah tangga, terkadang memiliki usaha warung kecil-kecilan depan rumah kontrakannya dan dikaruniai anak satu. Hidup sederhana, pekerjaan informal namun terlihat bahagia, tidak seperti kehidupan kota yang semraut, seakan harta adalah tujuan hidup.

Gadis-gadis Tasikmalaya amatlah banyak yang berparas cantik, sering saya merasa iri melihat sepasang kekasih bergandeng tangan di Mall, wanitanya sungguh manis, cantik, tapi pasangan prianya tidak lah begitu tampan secara fisik, namun cinta tak mesti dilihat dari luar. Dan dikampungku semua gadis berparas cantik pun kini telah memiliki suami, walau dengan umur yang masih muda untuk ukuran pasangan kota, sekitar 21-22 sudah memiliki anak.

Hidup di Bekasi dengan pilihan pekerjaan yang beragam, dan ekonomi yang lebih tinggi seakan membuat kualifikasi tersendiri. Seorang pria seakan terstandarisasi memiliki kendaraan pribadi, entah motor atau mobil untuk bisa mendekati gadis, dan dengan pekerjaan yang masih sebagai pegawai kontarak pun akan membuat masa depan tak tentu, cenderung madesu :p karena untuk memperoleh pekerjaan tetap sangat sulit, pencari kerja datang berbondong, membuat pekerjaan sangat cepat berganti, dan usia produktif bekerja pun menurun, jika bekerja di pabrik sebagai operator produksi maka anda harus berumur di bawah 23 tahun, dia atas itu akan sulit mendapatkan pabrik yang masih mau mempekerjakannya, dan dengan sistem kontrak yang pertahun, terkadang per 6 bulan akan membuat terus mencari pekerjaan, suram untuk mendapat pekerjaan tetap.

Dengan pekerjaan yang tidak menentu tergantung kontrak tersebutlah membuat usia pasangan yang menikah cenderung lebih tua, setidaknya pria harus telah memiliki pekerjaan yang tetap untuk memperoleh ijin menikah. Saat masih bekerja di Yamaha dulu, pernah beberapa kali saya menghadiri pernikahan sahabat yang sama-sama bekerja sebagai karyawan pabrik dengan status keduanya masih pegawai kontrak namun berani melangsungkan pernikahan, dan komentar teman-teman lain adalah tentang keberanian mereka untuk mendirikan keluarga, sungguh aneh saat itu saya berfikir kok mereka takut membina rumah tangga? Setelah sebelumnya saya terbiasa malah melihat tetangga menikah di usia muda bahkan dengan pernikahan sederhana hanya mengundang kerabat dan tetangga.

Ahirnya kini saya mulai mengerti, untuk membina keluarga bukan hanya berdasarkan cinta semata, namun tanggung jawab untuk membuat sebuah keluarga baru lah yang berat, saya masih merasa belum membahagiakan keluarga sekarang, orang tua, adik, dan saudara. Belum saatnya untuk membuat keluarga sendiri, hidup masih panjang, pekerjaan pun belum kudapatkan, sebagai pria saya harus memikirkan karir terlebih dahulu, ibadah lebih baik lagi, bagaimana mau membimbing keluarga jika belum sanggup menjadi imam yang baik. Aah... mungkin terlalu jauh saya membicarakan keluarga sendiri masih banyak cita-cita yang belum terwujud, mungkin saat usia 28-29 nanti saya telah memiliki kesiapan lahir batin untuk mulai memikikan keluarga baru. Sekarang marilah kita bahagiakan keluarga kita semua, melakukan yang terbaik untuk kebaikan J
   Melintas depan OLGA membuatku mengingat masa SMA kelas 2. Saat aku terjangkit virus Jepang, semua hal tentang jepang terlihat begitu keren waktu itu
OLGA adalah tempat penyewaan komik paling tua di Tasik,berlokasi didepan SD Citapen, dari SD aq sudah sering meminjam doraemon disana. Selain itu ada Monica dekat SMP 3,dan Peanut di Mitra Batik.

   Sering sekali (tiap hari) aq mampir di ketiga tempat itu untuk menyewa komik..saat itu aq dan M.Reza sedang terjangkit virus Naruto akibat ulah Fauzan,teman kelas sebelah.

   Berawal dari Naruto,lalu ke manga lain. Tak terhitung berapa manga yg kubaca hingga habis. Komikus Menjadi sebuah idola baru bagi kami. Cerita petualangan yg luar biasa,menggelitik fantasi menghidupkan sebuah gambar, terjebak dengan arus cerita yg tak terduga. Tak salah sepertinya mengidolakan komik, karena benang merah sesungguhnya dari cerita komik adalah perjuangan tokoh utama demi mewujudkan ambisinya,dengan berbagai hambatan dan rintangan yg takhentinya menghadang malah membuat tokoh utama semakin terlihat keren. Bisa dibayangkan apa yg terjadi jika sang tokoh utama menyerah di rintangan pertama, cerita akan habis. Tak ada lagi yg perlu diperjuangkan.