WHAT'S NEW?
Loading...

Korupsi Kolusi Nepotisme Kerja


Salah satu tujuan dari Reformasi 1998 adalah dihilangkannya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Saya yg pada saat itu berumur 7 tahun dan bertempat tinggal jauh dari aksi reformasi di Ibukota, sangat tidak mengetahui kejadian tersebut seperti apa. Dan masa Orba pun ternyata praktik KKN sangat mengakar!!
Korupsi adalah tindakan ilegal untuk memperkaya diri, Kolusi adalah perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan tersembunyi dalam perjanjian yg diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin agat segala urusannya menjadi lancar. Dan Nepotisme adalah memilih saudara atau teman akrab untuk di promosikan atau di masukan kerja bukan berdasarkan kualifikasi, tapi berdasarkan hubungan dekat pribadi tersebut.
Apa yg anda rasakan sekarang? Sepertinya hal tersebut masih ada, benar? Malah kini hal tersebut seperti sudah wajar terjadi! Cita-cita reformasi seperti tidak diindahkan :(
Contoh nyata yg pernah kualami adalah ketika mencari pekerjaan, banyak tersebar informasi lowongan di jejaring sosial saya dengan perusahaan besar namun memiliki syarat biaya untuk menjadi karyawan disana, ini termasuk praktek KKN, namun apa tanggapan dari hal salah tersebut? "ah wajar bayar dulu, nyari kerja sekarang susah". Logikanya kita mencari kerja untuk mendapatkan uang, lah ini kita mesti mengeluarkan uang untuk bekerja!
Belum lagi ketika telah bekerja nanti dan telah menjalani sekian tahun kerja kontrak maka sudah seharusnya mengikuti tes menjadi karyawan tetap, tapi lagi lagi praktek KKN sangat kental disini, mereka yg memiliki keakraban dengan atasan akan dipermudah bahkan dijamin menjadi karyawan tetap.
Lapangan kerja yg sedikit, dan pencari kerja yg banyak sudah tidak lagi seimbang, sehingga banyak pencari kerja saling sikut menghalalkan cara salah untuk mendapatkan pekerjaan. Menjadi jujur di tengah lingkungan yg kotor ini sulit sekali, seperti perahu yg menerjang arus, memerlukan bahan bakar idealisme yg sangat besar untuk bisa bertahan agar tak terseret arus yg dahsyat.
Semua warga negara Indonesia diharuskan beragama, semua agama mengajarkan kebaikan, keadaan yg memaksa mereka mendengarkan syaitan, Semoga Indonesia kian menjadi lebih baik dengan kesadaran rakyatnya. Agar kita bisa menciptkan keadaan yg baik, bukan menunggu keadaan baik

1 comment: Leave Your Comments

  1. Nice Post,
    Teruskan dalam memberi artikel yang bermanfaat,
    Maju Terus,
    Pantang Mundur.

    www.law.uii.ac.id

    ReplyDelete